DIBUANG SEPANJANG ADAT
Wednesday, 4 March 2015
URGENSI PEMBANGUNAN MENTAL
URGENSI PEMBANGUNAN
MENTAL
Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sudah sangat memprihatinkan. Hal itu ditandai dengan bermunculannya prilaku yang tidak lagi konstruktif.
Anak bangsa memperlihatkan perilaku yang berada diluar kewajaran. Hal itu mencerminkan mentalitas anak bangsa sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Padahal mentalitas yang relevan sangat diperlakukan bagi kelangsungan kehidupan dan pembangunan bangsa. Secara konkret dilapangan kita menyaksikan fenomena prilaku anak bangsa yang arogan, ingin dilayani,berprilaku KKN, melakukan pembohongan publik. Prilaku mereka dilengkapi dengan haus kekuasaan, harus kekayaan, dan harus popularitas, suka melanggar hukum, ingin menang sendiri, dan sebagainya.
Lebih dari itu mereka juga suka mementingkan diri sendiri dan kelompok, ketidak pedulian terhadap kaum dhuafa. Tidak disiplin dan tidak memiliki kesabaran. Kata mental diambil dari bahasa latin yaitu dari kata mens atau metis yang memiliki arti jiwa,nyawa,sukma, roh, semangat. Dengan demikian mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan psy-cho atau kejiwaan yang dapat mempengaruhi prilaku individu. Kelenturan mental, yaitu kemampuan untuk mengubah cara berpikir, cara memandang, cara berprilaku atau bertindak juga dipengaruhi oleh hasrat (campuran antara emosi dan motivasi) sangat diperlukan.
Pembangunan mental sebagai kebudayaan tidak hanya tentang moral dan kesadaran saja, melainkan sebagai corak/pola cara berpikir, cara merasa,dan cara bertindak yang terungkap dalam tindakan, praktik dan kebiasaan kita sehari-hari. Aplikasi dan kehidupan sehari-hari tersebut selalu berada dalam koridor kebenarandan bersifat positif dan konstruktif.
Mentalitas yang relevan untuk pembangunan dikatakan oleh Koentjaraningrat (1985) adalah mentalitas yang memiliki ciri sebagai berikut: menilai tinggi orientasi masa depan, hasrat eksplorasi untuk mempertinggi kapasitas berinovasi. Dia menambahkan mentalitas yang relevan berorientasi kearah prestasi dari karya, berusaha atas kemampuan sendiri, percaya kepada diri sendiri, dan berani bertanggung jawab sendiri.
Pembangunan bagi suatu bangsa tidak hanya terkait dengan aspek fisik tapi juga mental. Persyaratan mental yang harus dimiliki suatu bangsa untuk mencapai hasil pembangunan. Hakikat dan tujuan pembangunan tidak akan tercapai bila persyaratan mental tersebut tidak dimiliki. Karena itu, sangat dibutuhkan gebrakan untuk melahirkan orang-orang yang bermental sehat bagi kontiniutas pembangunan bangsa dimasa datang.
Perbaikan mental anak bangsa sangat penting bagi kelangsungan kehidupan dan kemajuan bangsa dimasa datang. Mentalitas yang baik merupakan kekuatan yang dahsyat bagi ketahanan bangsa dan negara. Bangsa yang kuat dibangun dengan mental yang baik dan kuat dari warganya. Karena itu pembangunan mental merupakan hal yang urgen, yang harus menjadi perhatian kita.
Mentalitas anak bangsa sangat penting untuk berpartisipasi dalam pembangunan, sekaligus memelihara hasil pembangunan tersebut. Founder ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian menyatakan bahwa mentalitas sumber daya penyelenggara negara sangat penting dan mempengaruhi keberhasilan dari tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan mental bagi anak bangsa merupakan suatu keharusan. Pendidikan mampu merekonstruksi mental sehingga mampu menjadi mental yang positif dan dinamis. Pendidikan mental tidak hanya diberikan kepada anak-anak usia sekolah, tetapi juga kepada orang dewasa. Tentu kita butuh format tepat bagi pembinaan mental anak bangsa. Pendidikan mental dapat dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan, penguatan dan pembiasaan
Kebaikan dan ketahanan mental anak bangsa akan melahirkan prilaku yang produktif dan konstruktif bagi kemajuan bangsa. Karena itu, pembangunan mental harus dikedepankan berbarengan dengan pembangunan fisik. Keseimbangan itulah yang membuat bangsa kita akan kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. Sudah semestinya kita renungkan dan kita aplikasikan petikan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya untuk Indonesia Raya.
Tuesday, 3 March 2015
LIMA CARA MELAWAN SAKIT GIGI
LIMA CARA JITU MELAWAN SAKIT
GIGI
LEBIH baik sakit hati , dari pada
sakit gigi, buat apa sih, sepenggal lirik lagu dangdut berjudul benang biru. Ternyata
kejadian tersebut benar-benar kejadian nyata, begitu sakit dan parahnya jikalau
menderita sakit gigi. orang yang sakit gigi akan menjadi salah tingkah,
mendengar orang bicara saja gigi semakin nyut-nyut. Nah untuk kali ini silahkan
anda pilih salah satu dari beberapa resep:
Bawang putih
Siapkan sebutir
bawang putih yang siap dikupas kulitnya, tumbuk hingga hancur merata, tempelkan
bawang putih yang sudah hancur tadi pada gigi yang sakit. Cara lainnya anda
bisa langsung mengunyah bawang putih setiap hari agar bakteri pada gigi
terbunuh selain itu manfaat mengunyah bawang putih juga membuat gigi lebih kuat
lakukan secara rutin .
Minyak cengkeh
Gunakan minyak
cengkeh dengan cara meneteskan pada gigi dengan bantuan kapas untuk
meminimalisir rasa sakit. Menggunakan minyak cengkeh juga mengurangi infeksi karena
bumbu dapur ini juga bersifat anti septik. Kumur-kumur dengan air hangat
setelah 30 menit.
Air garam
Siapkan satu
cangkir air hangat lalu masukkan beberapa sendok garam, kumur-kumur dengan air
tersebut pastikan agar air kumuran mengenai gigi yang sakit. Buang airnya lalu
kumur lagi airnya hingga airnya habis.
Obat sakit
gigi tersebut benar-benar dipilih yang tradisional, sebab para leluhur kita
banyak yang mengatasi sakit gigi dengan bahan bantuan tersebut. Anda juga bisa meringankan
rasa sakit gigi hanya dengan minum air yang sangat dingin, namun ini reaksinya
sangat sebentar.
Bunga matahari
Sediakan
bunga matahari 60 gram, jahe sebanyak 5 gram dan air 600 cc. rebus air tersebut
dengan 600 cc air menjadi 300 air. Kemudian airnya disaring dan diminum sewaktu
masih hangat. Lakukan setiap hari sampai gigi tidak terasa sakit.
Minyak tempurung
kelapa
Sediakan
minyak tempurung kelapa yang sudah dibelah dan kapas secukupnya. Bakar tempurung
kelapa hingga keluar minyaknya. Ambil minyak tempurung kelapa tersebut dengan
kapas lalu tempelkan ke gigi yang sakit. Dalam beberapa menit sakit gigi anda
akan hilang.
Monday, 2 March 2015
GURU DITUNTUT MENGIKUTI PERKEMBANGAN IT
GURU DITUNTUT MENGIKUTI
PERKEMBANGAN IT
Guna meningkatkan kualitas, guru dituntut untuk mampu mengikuti
perkembangan informatika dan teknologi
(IT). Oleh karena itu, setiap guru atau tenaga pendidik harus memiliki
kemampuan mengajar yang baik.
Dalam menciptakan hal tersebut, fasilitas tidak begitu
berpengaruh dalam meningkatkan pendidikan, tidak hanya itu, anggaran, metode
dan sarana dan prasarana menjadi hal pendukung setelah tenaga pendidik. Karena,
guru memiliki peran utama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Dalam hal itu, demi terciptanya guru yang berkualitas maka
keluarlah undang-undang untuk mewajibkan guru dengan Strata 1. Ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam pendidikan diantaranya, sarana, kurikulum, tenaga
pendidikan.
Jadi, kesuksesan pendidikan adalah tergantung peran gurunya. Majunya
negara ini juga ada ditangan guru. Lihat saja dinegara maju, pasti kualitas
pendidikannya tinggi karena tenaga pendidikannya bagus.
Percuma sebuah sekolah tampil dengan dan sarana yang bagus tapi
gurunya tidak berkualitas. Namun jika dibandingkan dengan sekolah yang sarana dan
bangunannya buruk tapi gurunya memiliki potensi maka pendidikan akan menjadi
berkualitas dibanding satunya lagi.
Guru juga diwajibkan menguasai kurikulum yang diajarkan
kepada murid. Kalaupun kurikulumnya dinilai bagus, tapi gurunya tidak bisa
menjalankan kurikulum dengan baik maka akan percuma kurikulum itu berlaku.
Saat ini masih ada kelemahan guru dalam mengembangkan
potensinya. Masih banyak guru yang hanya puas dengan ilmu yang sudah ada. Maka saat
teknologi semakin canggih guru juga harus bisa mengikuti perkembangan IT dalam
hal positif.
Jangan nanti guru sampai kalah dengan anak muridnya. Kan banyak
juga guru yang masih gaptek itu tak boleh guru harus bisa mengikuti
perkembangan teknologi.
Bukan hanya itu etika dan tingkah laku guru juga akan menjadi
pembelajaran bagi murid, guru harus bisa jadi model yang baik bagi muridnya. Guru
kencing berdiri murid kencing berlari. Setiap perbuatan guru akan menjadi acuan
bagi murid-muridnya.
Hari ini guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu yang didapat oleh murid. Tetapi saat ini sangat banyak sumber ilmu yang didapat oleh murid, seperti internet yang merupakan gudang ilmu.
Sunday, 1 March 2015
MENDESAIN PEMBELAJARAN
Misdal Firda
Pembelajaran seringkali
membosankan peserta didik karena pembelajaran yang dijejali dengan tugas-tugas,
latihan yang sifatnya hanya olah otak. Selama sekitar 80 menit kegiatan
pembelajaran dijalani dengan penjelasan, tugas-tugas, latihan dan presentasi. Namun
sedikit sekali bahkan tidak ada kegiatan yang sifatnya senang-senang. Peserta didik
yang tidak semangat, konsentrasinya mulai goyah.
Kelihatan ada rasa malas,
bosan dan tidak nyaman untuk mrngikuti pembelajaran yang sifatnya monoton.peserta
didik sudah mulai cari jalan untuk bisa minta izin, keluar sejenak pergi
bermain ketempat temannya, mengganggu teman atau mengerjakan pekerjaan lain yang
tidak ada hubungannya dengan pembelajaran saat itu. Hal ini di sebabkan karena
pembelajaran yang tidak menyenangkan.
Apalagi pembelajaran
yang hanya menggunakan otak kiri. Guru tidak bisa hanya mengandalkan otak kiri atau
otak kanan akan tetapi harus mengarmonisasikan penggunaan otak kiri dan otak
kanan (Ahmad Faidi: 2013-30).
Selanjutnya Ahmad Faidi
mengatakan berdasarkan penelitian, secara umum otak kiri khusus diperuntukkan
bagi aspek aspek pembelajaran akademiksementara otak kanan berhubungan dengan
aktifitas kreatif yang menggunakan irama, musik, kesan visual, warna dan
gambar.
Untuk
itu perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu
kegiatan yang menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah
melalui permainan yang menarik. Permainan adalah suatu aktivitas yang membuat
sipelakunya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Menurut Kimpraswil,
permainan adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik yang sangat
bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi
dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi lebih baik.
Dari
devinisi permainan diatas dapat kita simpulkan, permainan dapat meningkatkan
motivasi, kinerja dan motivasi. Permainan juga berfungsi untuk mendongkrak otak
kiri bekerja sama dengan otak kanan. Berdasarkan pengalaman penulis dalam menerapkan
berbagai jenis permainan yang diterapkan yang ditarapkan disela tugas-tugas
membuat peserta didik merasa segar kembali, bersemangat kembali untuk
mengerjakan tugas berikutnya.
Mereka
merasa nyaman dan terhibur dengan adanya permainan yang disajikan bahkan mereka
minta ulang lagi namun kita membatasinya untuk sesi berikutnya atau selesai
mengerjakan tugas lain.
Permainan
yang dilaksanakan tidak menghabiskan waktu lama, akan tetapi cukup lima menit. Begitu
pembelajaran tampak sudah mulai membosankan maka permainan-permainan sudah
mulai disajikan, permainannya bisa berupa kartu-kartu, kartu huruf, kartu kata,
kartu kalimat yang pelaksanaannya bervariasi. Begitu juga dengan permainan lain
seperti tanya jawab, kuis dan lainnya yang pelaksanaannya dibuat menarik.
Kita
tahu otak bekerja mempunyai jadwal tersendiri. Tidak bisa selama berjam-jam otak
ini bekerja secara konsentrasi penuh atau dengan baik. Otak perlu
diistirahatkan dari tugas-tugas apalagi anak-anak yang berusia 5-13 tahun belajar
terbaiknya menurut Faidi kurang lebih 5-10 menit. Memang setelah diperhatikan proses
pembelajaran yang ada dikelas, peserta didik bisa berkonsentrasi terhadap
pembelajaran sekitar 15 menit, setelah itu mereka mulai tampak bosan, mengantuk
malas dan tidak bersemangat.
Berbagai
macam permainan yang bisa diterapkan yang sifatnya sederhana dan menyenangkan,
permainan yang disukai peserta didik bersifat melibatkan seluruh pancaindera,
berkelompok, bersaing dan sederhana.
Permaianan
yang disajikan butuh gerakan tubuh, bersama-sama dan berikan penguatan peserta
didik akan merasa senang melakukan kegiatan yang melibatkan fisik mereka. Kita lihat
saja respon peserta didik terhadap mata pelajaran olah raga, seni dan prakarya.
Subscribe to:
Posts (Atom)