Wednesday, 4 March 2015

DIBUANG SEPANJANG ADAT



DIBUANG SEPANJANG ADAT
            

           Dibuang? Ya, persis bila sudah terbuang langsung tak terpakai, terpinggirkan tak, tidak disapa, tidak lagi diajak dalam kehidupan bermasyarakat, dianggap tidak ada. Betapa lagi dibuang sampai jauh. Dan itu siksaan, penghinaan, dan amat menyakitkan. Lalu, apa makna sepanjang adat? Berapa panjang adat itu? Diukur dengan apa? Ada ungkapan adat salingka nagari (adat selingka negari), dan ukum (benar, ukum) salingka kaum (hukum selingkar kaum). Dengan demikian, adat satu negari bisa beda dengan kaum negari. Dan hukum kaum ini bisa berlainan dengan hukum kaum itu. Siapa dibuang? Jawabannya pasti: pemangku, palaku kebudayaan dan orang Minangkabau alias urang awak yang berbuat salah, yang melanggar hukum. Datuk, ninik mamak, tetua adat para bundo, mungkin dikecualikan. Sekali lagi mungkin mereka dimuliakan. Bukankah mereka selalu tidak boleh berkata kasar, tidak boleh menghardik-menghantam tanah? Mereka tidak boleh makan sambil berdiri, apalagi sambil berjalan.

            Mengapa dibuang? Menurut tambo ada empat kesalahan yang bisa, biasa yang pernah dilakukan. Pertama, kesalahan terhadap adat (adat yang sebenar adat, adat yang diadatkan, adat yang taradat, dan adat buatan atau adat-adatan). Contoh kesalahan terhadap adat, kawin sesuku, atau di negeri tertentu, kawin dengan laki-laki yang bukan sekampung. Kedua, kesalahan terhadap undang-undang. Contoh, menjual atau menggadaikan pusaka tinggi. (kecuali bila tersua: rumah gadang katirisan, gadih gadang indak balaki, maik tabujua dirumah gadang). Ketiga kesalahan terhadap cupak (asli dan buatan). Contoh kesalahan tidak membayar utang. Ampun diberikan bila hutang sudah dibayar. Dan, keempat, kesalahan terhadap agama (Islam). Contoh kesalahan, murtad dan atau pindah agama. Para pelaku yang bersalah itu dihukum, dibuang sepanjang adat.

            Paling tidak ada lima hukuman dibuang sepanjang adat.

Pertama, buang sirih. Buang sirih bisa diampuni setelah hukuman dijalani dalam tempo tertentu atau bila sudah membayar denda.

Kedua, buang biduk. Ini orang yang dibuang dari kaum. Bila tobat dia diterima kembali dalam tataan saadat salimbago (seadat selembaga).

Ketiga, buang utang. Ini adalah orang salah ucap: memanggil wa-ang kepada datuk mencaci maki tetapi diterima kembali setelah bayar kesalahan, biasa dengan emas.

Keempat buang puluih atau laleh. Orang ini dibuang jauh diharamkan menginjak kampung halaman, atau sementara waktu ia dijadikan hamba. Bila sudah baik dia diampuni.

Kelima, buang tingkarang (tembikar) atau buang saro, buang yang tidak boleh diampuni alias dibuang seumur hidup, kecuali tobat. Ini berlaku buat pemurtad!

Siapa pelaksana atau eksekutor? Peserta musyawarah kaum, dan hanya peserta musyawarah kaum! Ya datuk, penghulu pucuk, para mamak dan bundo dikaum itu. Siding adat di bendul rumah gadang pada malam hari, diadakan untuk anak kemenakan yang diduga telah berbuat salah, setelah diindang ditampi-teras, dikeruk sehabis gaung, dibicarakan secara mendalam kesimpulan diambil anak kemenakan bernama… dan bergelar… memang bersalah. Dia wajib dibuang sepanjang adat.

Dalam sidang kaum yang memutus, ketika lelaki duduk sebendul dengan perempuan, semenda sama sekali tidak di ikut sertakan. Semenda, ayah kandung para kemenakan, adalah orang datang. Pendatang mirip turis, orang luar, orang hebat, atau siapa pun, memang tidak bisa menentukan apa-apa disebuah kaum. Begitulah adat sebenar adat.

Nan sakarang kini nan ko, masih berlakukah konsep dibuang sepanjang adat di etnik Minangkabau? Masih! Bukankah adat minangkabau itu tidak lekang oleh panas, tidak lapuk oleh hujan? Bila implementasi konsep disatu dan lain negeri berbeda, itu soal lain.

           
           

URGENSI PEMBANGUNAN MENTAL



URGENSI PEMBANGUNAN MENTAL


Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sudah sangat memprihatinkan. Hal itu ditandai dengan bermunculannya prilaku yang tidak lagi konstruktif.

Anak bangsa memperlihatkan perilaku yang berada diluar kewajaran. Hal itu mencerminkan mentalitas anak bangsa sudah mengalami kerusakan yang sangat parah. Padahal mentalitas yang relevan sangat diperlakukan bagi kelangsungan kehidupan dan pembangunan bangsa. Secara konkret dilapangan kita menyaksikan fenomena prilaku anak bangsa yang arogan, ingin dilayani,berprilaku KKN, melakukan pembohongan publik. Prilaku mereka dilengkapi dengan haus kekuasaan, harus kekayaan, dan harus popularitas, suka melanggar hukum, ingin menang sendiri, dan sebagainya.

Lebih dari itu mereka juga suka mementingkan diri sendiri dan kelompok, ketidak pedulian terhadap kaum dhuafa. Tidak disiplin dan tidak memiliki kesabaran. Kata mental diambil dari bahasa latin yaitu dari kata mens atau metis yang memiliki arti jiwa,nyawa,sukma, roh, semangat. Dengan demikian mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan psy-cho atau kejiwaan yang dapat mempengaruhi prilaku individu. Kelenturan mental, yaitu kemampuan untuk mengubah cara berpikir, cara memandang, cara berprilaku atau bertindak juga dipengaruhi oleh hasrat (campuran antara emosi dan motivasi) sangat diperlukan.

Pembangunan mental sebagai kebudayaan tidak hanya tentang moral dan kesadaran saja, melainkan sebagai corak/pola cara berpikir, cara merasa,dan cara bertindak yang terungkap dalam tindakan, praktik dan kebiasaan kita sehari-hari. Aplikasi dan kehidupan sehari-hari tersebut selalu berada dalam koridor kebenarandan bersifat positif dan konstruktif.

Mentalitas yang relevan untuk pembangunan dikatakan oleh Koentjaraningrat (1985) adalah mentalitas yang memiliki ciri sebagai berikut: menilai tinggi orientasi masa depan, hasrat eksplorasi untuk mempertinggi kapasitas berinovasi. Dia menambahkan mentalitas yang relevan berorientasi kearah prestasi dari karya, berusaha atas kemampuan sendiri, percaya kepada diri sendiri, dan berani bertanggung jawab sendiri.

Pembangunan bagi suatu bangsa tidak hanya terkait dengan aspek fisik tapi juga mental. Persyaratan mental yang harus dimiliki suatu bangsa untuk mencapai hasil pembangunan. Hakikat dan tujuan pembangunan tidak akan tercapai bila persyaratan mental tersebut tidak dimiliki. Karena itu, sangat dibutuhkan gebrakan untuk melahirkan orang-orang yang bermental sehat bagi kontiniutas pembangunan bangsa dimasa datang.

Perbaikan mental anak bangsa sangat penting bagi kelangsungan kehidupan dan kemajuan bangsa dimasa datang. Mentalitas yang baik merupakan kekuatan yang dahsyat bagi ketahanan bangsa dan negara. Bangsa yang kuat dibangun dengan mental yang baik dan kuat dari warganya. Karena itu pembangunan mental merupakan hal yang urgen, yang harus menjadi perhatian kita.

Mentalitas anak bangsa sangat penting untuk berpartisipasi dalam pembangunan, sekaligus memelihara hasil pembangunan tersebut. Founder ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian menyatakan bahwa mentalitas sumber daya penyelenggara negara sangat penting dan mempengaruhi keberhasilan dari tujuan yang ingin dicapai. Pendidikan mental bagi anak bangsa merupakan suatu keharusan. Pendidikan mampu merekonstruksi mental sehingga mampu menjadi mental yang positif dan dinamis. Pendidikan mental tidak hanya diberikan kepada anak-anak usia sekolah, tetapi juga kepada orang dewasa. Tentu kita butuh format tepat bagi pembinaan mental anak bangsa. Pendidikan mental dapat dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan, penguatan dan pembiasaan

Kebaikan dan ketahanan mental anak bangsa akan melahirkan prilaku yang produktif dan konstruktif bagi kemajuan bangsa. Karena itu, pembangunan mental harus dikedepankan berbarengan dengan pembangunan fisik. Keseimbangan itulah yang membuat bangsa kita akan kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan dimasa depan. Sudah semestinya kita renungkan dan kita aplikasikan petikan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya untuk Indonesia Raya.    



 

Tuesday, 3 March 2015

LIMA CARA MELAWAN SAKIT GIGI



LIMA CARA JITU MELAWAN SAKIT GIGI
           
LEBIH baik sakit hati , dari pada sakit gigi, buat apa sih, sepenggal lirik lagu dangdut berjudul benang biru. Ternyata kejadian tersebut benar-benar kejadian nyata, begitu sakit dan parahnya jikalau menderita sakit gigi. orang yang sakit gigi akan menjadi salah tingkah, mendengar orang bicara saja gigi semakin nyut-nyut. Nah untuk kali ini silahkan anda pilih salah satu dari beberapa resep:
            Bawang putih
            Siapkan sebutir bawang putih yang siap dikupas kulitnya, tumbuk hingga hancur merata, tempelkan bawang putih yang sudah hancur tadi pada gigi yang sakit. Cara lainnya anda bisa langsung mengunyah bawang putih setiap hari agar bakteri pada gigi terbunuh selain itu manfaat mengunyah bawang putih juga membuat gigi lebih kuat lakukan secara rutin .
            Minyak cengkeh
            Gunakan minyak cengkeh dengan cara meneteskan pada gigi dengan bantuan kapas untuk meminimalisir rasa sakit. Menggunakan minyak cengkeh juga mengurangi infeksi karena bumbu dapur ini juga bersifat anti septik. Kumur-kumur dengan air hangat setelah 30 menit.
            Air garam
            Siapkan satu cangkir air hangat lalu masukkan beberapa sendok garam, kumur-kumur dengan air tersebut pastikan agar air kumuran mengenai gigi yang sakit. Buang airnya lalu kumur lagi airnya hingga airnya habis.
            Obat sakit gigi tersebut benar-benar dipilih yang tradisional, sebab para leluhur kita banyak yang mengatasi sakit gigi dengan bahan bantuan tersebut. Anda juga bisa meringankan rasa sakit gigi hanya dengan minum air yang sangat dingin, namun ini reaksinya sangat sebentar.
            Bunga matahari
            Sediakan bunga matahari 60 gram, jahe sebanyak 5 gram dan air 600 cc. rebus air tersebut dengan 600 cc air menjadi 300 air. Kemudian airnya disaring dan diminum sewaktu masih hangat. Lakukan setiap hari sampai gigi tidak terasa sakit.
            Minyak tempurung kelapa
            Sediakan minyak tempurung kelapa yang sudah dibelah dan kapas secukupnya. Bakar tempurung kelapa hingga keluar minyaknya. Ambil minyak tempurung kelapa tersebut dengan kapas lalu tempelkan ke gigi yang sakit. Dalam beberapa menit sakit gigi anda akan hilang.

Monday, 2 March 2015

GURU DITUNTUT MENGIKUTI PERKEMBANGAN IT



GURU DITUNTUT MENGIKUTI PERKEMBANGAN  IT

Guna meningkatkan kualitas, guru dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan  informatika dan teknologi (IT). Oleh karena itu, setiap guru atau tenaga pendidik harus memiliki kemampuan mengajar yang baik.

Dalam menciptakan hal tersebut, fasilitas tidak begitu berpengaruh dalam meningkatkan pendidikan, tidak hanya itu, anggaran, metode dan sarana dan prasarana menjadi hal pendukung setelah tenaga pendidik. Karena, guru memiliki peran utama untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Dalam hal itu, demi terciptanya guru yang berkualitas maka keluarlah undang-undang untuk mewajibkan guru dengan Strata 1. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pendidikan diantaranya, sarana, kurikulum, tenaga pendidikan.

Jadi, kesuksesan pendidikan adalah tergantung peran gurunya. Majunya negara ini juga ada ditangan guru. Lihat saja dinegara maju, pasti kualitas pendidikannya tinggi karena tenaga pendidikannya bagus.

Percuma sebuah sekolah tampil dengan dan sarana yang bagus tapi gurunya tidak berkualitas. Namun jika dibandingkan dengan sekolah yang sarana dan bangunannya buruk tapi gurunya memiliki potensi maka pendidikan akan menjadi berkualitas dibanding satunya lagi.

Guru juga diwajibkan menguasai kurikulum yang diajarkan kepada murid. Kalaupun kurikulumnya dinilai bagus, tapi gurunya tidak bisa menjalankan kurikulum dengan baik maka akan percuma kurikulum itu berlaku.

Saat ini masih ada kelemahan guru dalam mengembangkan potensinya. Masih banyak guru yang hanya puas dengan ilmu yang sudah ada. Maka saat teknologi semakin canggih guru juga harus bisa mengikuti perkembangan IT dalam hal positif.

Jangan nanti guru sampai kalah dengan anak muridnya. Kan banyak juga guru yang masih gaptek itu tak boleh guru harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Bukan hanya itu etika dan tingkah laku guru juga akan menjadi pembelajaran bagi murid, guru harus bisa jadi model yang baik bagi muridnya. Guru kencing berdiri murid kencing berlari. Setiap perbuatan guru akan menjadi acuan bagi murid-muridnya.

Hari ini guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu yang didapat oleh murid. Tetapi saat ini sangat banyak sumber ilmu yang didapat oleh murid, seperti internet yang merupakan gudang ilmu.

Sunday, 1 March 2015

MENDESAIN PEMBELAJARAN



MENDESAIN PEMBELAJARAN

Misdal Firda


Pembelajaran seringkali membosankan peserta didik karena pembelajaran yang dijejali dengan tugas-tugas, latihan yang sifatnya hanya olah otak. Selama sekitar 80 menit kegiatan pembelajaran dijalani dengan penjelasan, tugas-tugas, latihan dan presentasi. Namun sedikit sekali bahkan tidak ada kegiatan yang sifatnya senang-senang. Peserta didik yang tidak semangat, konsentrasinya mulai goyah.
Kelihatan ada rasa malas, bosan dan tidak nyaman untuk mrngikuti pembelajaran yang sifatnya monoton.peserta didik sudah mulai cari jalan untuk bisa minta izin, keluar sejenak pergi bermain ketempat temannya, mengganggu teman atau mengerjakan pekerjaan lain yang tidak ada hubungannya dengan pembelajaran saat itu. Hal ini di sebabkan karena pembelajaran yang tidak menyenangkan.
Apalagi pembelajaran yang hanya menggunakan otak kiri. Guru tidak bisa hanya mengandalkan otak kiri atau otak kanan akan tetapi harus mengarmonisasikan penggunaan otak kiri dan otak kanan (Ahmad Faidi: 2013-30).
Selanjutnya Ahmad Faidi mengatakan berdasarkan penelitian, secara umum otak kiri khusus diperuntukkan bagi aspek aspek pembelajaran akademiksementara otak kanan berhubungan dengan aktifitas kreatif yang menggunakan irama, musik, kesan visual, warna dan gambar.
Untuk itu perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah melalui permainan yang menarik. Permainan adalah suatu aktivitas yang membuat sipelakunya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Menurut Kimpraswil, permainan adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi lebih baik.
Dari devinisi permainan diatas dapat kita simpulkan, permainan dapat meningkatkan motivasi, kinerja dan motivasi. Permainan juga berfungsi untuk mendongkrak otak kiri bekerja sama dengan otak kanan. Berdasarkan pengalaman penulis dalam menerapkan berbagai jenis permainan yang diterapkan yang ditarapkan disela tugas-tugas membuat peserta didik merasa segar kembali, bersemangat kembali untuk mengerjakan tugas berikutnya.
Mereka merasa nyaman dan terhibur dengan adanya permainan yang disajikan bahkan mereka minta ulang lagi namun kita membatasinya untuk sesi berikutnya atau selesai mengerjakan tugas lain.
Permainan yang dilaksanakan tidak menghabiskan waktu lama, akan tetapi cukup lima menit. Begitu pembelajaran tampak sudah mulai membosankan maka permainan-permainan sudah mulai disajikan, permainannya bisa berupa kartu-kartu, kartu huruf, kartu kata, kartu kalimat yang pelaksanaannya bervariasi. Begitu juga dengan permainan lain seperti tanya jawab, kuis dan lainnya yang pelaksanaannya dibuat menarik.
Kita tahu otak bekerja mempunyai jadwal tersendiri. Tidak bisa selama berjam-jam otak ini bekerja secara konsentrasi penuh atau dengan baik. Otak perlu diistirahatkan dari tugas-tugas apalagi anak-anak yang berusia 5-13 tahun belajar terbaiknya menurut Faidi kurang lebih 5-10 menit. Memang setelah diperhatikan proses pembelajaran yang ada dikelas, peserta didik bisa berkonsentrasi terhadap pembelajaran sekitar 15 menit, setelah itu mereka mulai tampak bosan, mengantuk malas dan tidak bersemangat.
Berbagai macam permainan yang bisa diterapkan yang sifatnya sederhana dan menyenangkan, permainan yang disukai peserta didik bersifat melibatkan seluruh pancaindera, berkelompok, bersaing dan sederhana.
Permaianan yang disajikan butuh gerakan tubuh, bersama-sama dan berikan penguatan peserta didik akan merasa senang melakukan kegiatan yang melibatkan fisik mereka. Kita lihat saja respon peserta didik terhadap mata pelajaran olah raga, seni dan prakarya.