Misdal Firda
Pembelajaran seringkali
membosankan peserta didik karena pembelajaran yang dijejali dengan tugas-tugas,
latihan yang sifatnya hanya olah otak. Selama sekitar 80 menit kegiatan
pembelajaran dijalani dengan penjelasan, tugas-tugas, latihan dan presentasi. Namun
sedikit sekali bahkan tidak ada kegiatan yang sifatnya senang-senang. Peserta didik
yang tidak semangat, konsentrasinya mulai goyah.
Kelihatan ada rasa malas,
bosan dan tidak nyaman untuk mrngikuti pembelajaran yang sifatnya monoton.peserta
didik sudah mulai cari jalan untuk bisa minta izin, keluar sejenak pergi
bermain ketempat temannya, mengganggu teman atau mengerjakan pekerjaan lain yang
tidak ada hubungannya dengan pembelajaran saat itu. Hal ini di sebabkan karena
pembelajaran yang tidak menyenangkan.
Apalagi pembelajaran
yang hanya menggunakan otak kiri. Guru tidak bisa hanya mengandalkan otak kiri atau
otak kanan akan tetapi harus mengarmonisasikan penggunaan otak kiri dan otak
kanan (Ahmad Faidi: 2013-30).
Selanjutnya Ahmad Faidi
mengatakan berdasarkan penelitian, secara umum otak kiri khusus diperuntukkan
bagi aspek aspek pembelajaran akademiksementara otak kanan berhubungan dengan
aktifitas kreatif yang menggunakan irama, musik, kesan visual, warna dan
gambar.
Untuk
itu perlu menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan. Salah satu
kegiatan yang menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan adalah
melalui permainan yang menarik. Permainan adalah suatu aktivitas yang membuat
sipelakunya merasa senang dengan apa yang dilakukannya. Menurut Kimpraswil,
permainan adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik yang sangat
bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi
dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi lebih baik.
Dari
devinisi permainan diatas dapat kita simpulkan, permainan dapat meningkatkan
motivasi, kinerja dan motivasi. Permainan juga berfungsi untuk mendongkrak otak
kiri bekerja sama dengan otak kanan. Berdasarkan pengalaman penulis dalam menerapkan
berbagai jenis permainan yang diterapkan yang ditarapkan disela tugas-tugas
membuat peserta didik merasa segar kembali, bersemangat kembali untuk
mengerjakan tugas berikutnya.
Mereka
merasa nyaman dan terhibur dengan adanya permainan yang disajikan bahkan mereka
minta ulang lagi namun kita membatasinya untuk sesi berikutnya atau selesai
mengerjakan tugas lain.
Permainan
yang dilaksanakan tidak menghabiskan waktu lama, akan tetapi cukup lima menit. Begitu
pembelajaran tampak sudah mulai membosankan maka permainan-permainan sudah
mulai disajikan, permainannya bisa berupa kartu-kartu, kartu huruf, kartu kata,
kartu kalimat yang pelaksanaannya bervariasi. Begitu juga dengan permainan lain
seperti tanya jawab, kuis dan lainnya yang pelaksanaannya dibuat menarik.
Kita
tahu otak bekerja mempunyai jadwal tersendiri. Tidak bisa selama berjam-jam otak
ini bekerja secara konsentrasi penuh atau dengan baik. Otak perlu
diistirahatkan dari tugas-tugas apalagi anak-anak yang berusia 5-13 tahun belajar
terbaiknya menurut Faidi kurang lebih 5-10 menit. Memang setelah diperhatikan proses
pembelajaran yang ada dikelas, peserta didik bisa berkonsentrasi terhadap
pembelajaran sekitar 15 menit, setelah itu mereka mulai tampak bosan, mengantuk
malas dan tidak bersemangat.
Berbagai
macam permainan yang bisa diterapkan yang sifatnya sederhana dan menyenangkan,
permainan yang disukai peserta didik bersifat melibatkan seluruh pancaindera,
berkelompok, bersaing dan sederhana.
Permaianan
yang disajikan butuh gerakan tubuh, bersama-sama dan berikan penguatan peserta
didik akan merasa senang melakukan kegiatan yang melibatkan fisik mereka. Kita lihat
saja respon peserta didik terhadap mata pelajaran olah raga, seni dan prakarya.
No comments:
Post a Comment