Tuesday, 31 March 2015

Lima (5) Mitos Soal Charging Baterai



Lima (5) Mitos Soal Charging Baterai

Rasanya hanya beberapa gelintir saja yang belum pernah menggunakan smartphone, sebagian dari kita juga cukup aktif dengan fitur-fitur smartphone seperti akses ke akun sosial, main game, membaca berita, membuka e-mail kapan saja dan dimana saja kita mebutuhkannya.

Namun masalahnya, karena kita menggunakan smartphone setiap saat, maka baterainya pun akan habis cepat, sebagai solusi anda bisa mengisi dayanya dengan powerbank, mencolokkannya ke charger mobil, atau mencharge seperti biasa melalui colokan listrik dirumah atau dikantor. Semua metode pengisian ini secara turun temurun telah menimbulkan berbagai mitos soal baterai.

1. Jangan mencharge baterai semalaman, Kita semua mungkin pernah mendengar bahwa mencharge baterai smartphone semalaman bisa berakibat hal buruk. Mungkin ada benarnya jika hal demikian kita ungkapkan 5 atau 10 tahun lalu Shane Broesky, co- founder farbe tekhnik, perusahaan yang membuat aksesoris charge mengatakan tidak apa-apa meninggalkan ponsel dalam keadaan terhubung charger di colokan listrik. Teknologi baterai smartphone telah berada di titik maju dimana dia tahu persis kapan harus berhenti menyimpan daya. Dengan kata lain tidak ada resiko pengisian berlebih pada ponsel anda yang dapat menyebebkan kerusakan pada baterai,karena ada sistem pengamanan yang mencegah hal itu terjadi.

2. Biarkan baterai hingga 0% sebelum diisi kembali. Entah darimana asal mitos tersebut namun asusmsi ini masih jadi patokan bagi beberapa orang. Alasannya, dengan menguras baterai terlebih dahulu, baterai menjadi lebih stabil. Shane broesky menunjukkan sebaliknya bahwa kita sebaiknya menjaga perangkat kita terisi antara 50-80%. Dengan kata lain, anda harus mengisi baterai telepon anda sebentar-sebentar sepanjang hari dan bukannya menunggu hingga baterai habis sama sekali.

3. Pakai charger apa saja, asal bisa mengisi daya tak masalah. Semua charger sepertinya tampak sama namun jangan salah charger terbaik tetaplah charger bawaan ponsel yang asli. Jadi, meskipun charger anda rusak dan ada pilihan ada charger yang lebih murah dipasar. Anda sebaiknya tetap membeli charger yang sama dengan yang sebelumnya. Para ahli mengatakan charger non branded tidak selalu meyertakan aspek keamanan dalam produk mereka. Ini berarti charger tersebut dapat menyebabkan barbagai macam kerusakan di ponsel anda seperti kelebihan daya, kebakaran, hingga kerusakan ponsel lainnya.

4. Taka ada gunanya mematikan ponsel? Mematikan telepon mungkin jarang dilakukan leh anda dan tampaknya hal itu menjadi sia-sia. Meskipun kadang membuat anda tak nyaman karena tidak dapat berkomunikasi namun, para ahli malah menganjurkannya. Mematikan ponsel dapat memaksimalkan masa pakai baterai sehingga anda sebaiknya melakukannya sesekali.

5. Jangan gunakan ponsel anda saat sedang di charge. Selama anda menggunakan charger ori Selama anda menggunakan charger ori atau milik ponsel anda atau menggunakan charger yang bisa dipertanggungjawabkan atau dibuat oleh perusahaan yang sama dengan pembuat ponsel anda sah saja menelepon sambil ngecharge. Mitos ini bisa jadi benar jika anda menggunakan charger pihak ketiga dengan kualitas yang dipertanyakan. Berbagai hal buruk bisa saja terjadi: telepon yang meledak, atau lebih buruk menyetrum penggunanya.

Sunday, 29 March 2015

Cara Jitu Mengatasi Kebosanan



Cara Jitu Mengatasi Kebosanan

Sebetulnya hubungan suami istri yang baik dan sehat bisa terjalin jika anda berdua mencoba melawan mitos. Coba anda bina perkawinan anda atas realitas. Jika anda bisa memahami realitas, rasanya tak ada yang salah pada diri anda kalau anda megesampingkan mitos untuk mengatasi kebosanan.

Ø  Sekali-kali anda perlu berkencan dengan pasangan sendiri mengatur pertemuan atau merencanakan perjalanan berdua saja.

Ø  Alangkah baiknya bisa memilih waktu yang paling tepat bagi anda berdua. Jika salah satu atau anda berdua lelah tak ada gunanya memaksakan.

Ø  Jika salah seorang sedang tak berminat, tak ada salahnya pasangannya mencoba. Tapi bila setelah berusaha tetap tak ada perubahan, sebaiknya anda mundur teratur tanpa harus merasa marah.

Ø  Ubah peran pemimpin dalam bercinta.

Ø  Persiapkan diri anda sebaiknya. Misalnya, pakailah baju yang disukai, atau taburkan pewangi tubuh yang mengingatkan masa remaja anda.

Ø  Persiapkan suasana seromantis mungkin. Misalnya tata kamar anda sebagus
mungkin, lalu putar lagu-lagu kenangan anda berdua.

Ø  Persiapan bisa dilakukan sepagi mungkin. Teleponlah pasangan anda dan buatlah pertemuan untuk acara malam.

Ø  Untuk mendukung suasana barangkali ada baiknya bila sekali-kali anda atur agar rumah kosong. Anak-anak biar menonton bersama.

Ø  Cara yang cukup efektif adalah dengan memberi perhatian yang maksimal pada pasangan anda ketika bercinta.

Ø  Jangan mengira bahwa setelah menikah anda tak pantas lagi pergi berdua menonton film atau makan malam. Anda harus memberi kesempatan berdua untuk tetap menjalin kemesraan.

Saturday, 28 March 2015

Kualitas Layanan Birokrasi



Kualitas Layanan Birokrasi

Ada pameo dalam birokrasi pemerintahan, kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah. Ungkapan itu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. Walau zaman telah berubah, namun mental itu masih tetap langgeng.
Buktinya, satu hari yang lalu mahasiswa mengurus surat dikantor Kementerian Agama (Kemenag padang) sampai menangis karena surat yang ia urus tak kunjung selesai. Saya juga sering mengalami hal seperni ini, disuatu Universitas Negeri di kota Padang bayangkan surat yang diurus mestinya selesai dalam waktu beberapa menit malah menjadi hampir dua tahun.
Hanya untuk urusan satu surat, mesti menghabiskan waktu berhari-hari. Padahal, apa susahnya menyelesaikan sebuah surat. Kalau mau, dalam hitungan menit mungkin sebuah surat akan selesai, sebab itu tak terkait dengan kebijakan teknis. Lagipula tak ada hal yang membahayakan dari surat yang diurus mahasiswa tersebut.
Selain di Kemenag di instansi lain juga banyak persoalan serupa. Administrasi pemerintahan memang kacau surat masyarakat dianggap beban berat. Tentu akan berbeda jika yang mengurus surat berasal dari kalangan investor.
Sulit mengurus surat itu, merupakan hal biasa bagi dunia birokrasi, namun menyakitkan bagi masyarakat yang berurusan. Bagi aparatur pemerintah, terkadang surat masyarakat hilang masih dianggap hal biasa. Bahkan, ada surat masyarakat yang dilecehkan begitu saja dan tidak dibaca.
Dilain pihak Presiden, menteri, Gubernur hingga Bupati dan Walikota kerap berjanji meningkatkan kualitas layanan birokrasi. Namun, terkadang itu hanya diatas kertas. Pemerintah telah menaikkan gaji dan tunjangan PNS berulang kali. Tapi, soal pelayanan tetap seperti yang dulu. Mentalitas PNS nya masih budaya lama yang ingin dilayani, bukan melayani.
Pemerintah mestinya jangan basa-basi dalam persoalan itu. Kalau aparatur  tak melayani dengan baik maka harus diberikan sangsi yang tegas kalau perlu potongan tunjangan dan gaji. Tak etis PNS yang sudah dibayar pajak, namun kinerja masih amatiran.
Pemerintah jangan Cuma berjanji meningkatkan layanan aparatur pada masyarakat. Pejabat yang lebih tinggi, kalau perlu menyamar agak sekali sehingga tahu tentang prilaku anak buah. Jangan Cuma menerima laporan anak buah yang ingin pimpinannya senang.
Kualitas birokrasi kita memang harus ditingkatkan. PNS juga harus sadar, mereka dibayar negara untuk melayani rakyat. Pelayanan harus diberikan dengan tulus, bukan karena hadiah atau imbalan. PNS dilantik merupakan abdi negara dan abdi masyarakat. Jika surat saja bisa berhari-hari, apalagi dengan urusan yang lebih rumit.

Friday, 27 March 2015

Guru Mengajar Harus Sabar



Guru Mengajar Harus Sabar

Singgalang 26-03-2015 A9

Ada sebuah cerita tentang seorang siswa yang bertanya kepada gurunya, bu guru katanya,bagaimana cara ikan itu tidur? gurunya menjawab: ikan tidur dengan memejamkan mata. Merasa belum puas dengan jawaban guru, siswa tersebut kembali bertanya, kalau ikan memejamkan matanya tentu dia akan hanyut Bu.

Guru menjawab lagi, dia tidur dibalik-balik batu. Siswa kembali melanjutkan pertanyaannya, bagaimana kalau dikolam yang tidak ada batunya Bu, dengan kesal gurunya menjawab, tanyakan sajalah sama ikan itu.
Dari cerita diatas jelas bagi kita dalam mengajar sangat diperlukan sekali kesabaran bagi seorang guru. Saat ini siswa sangat banyak memperoleh sumber belajar yang mempengaruhi rasa keingintahuannya terhadap sesuatu, akibat pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul kepada guru didalam kelas.

Menurut Dorothy Law Nolte, anak belajar dari kehidupannya. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah. Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan pikiran.
Tidak jarang kita mendengar peseta didik yang tidak mau belajar dan turun prestasi belajarnya di suatu sekolah. Prestasi dan semangat belajar yang semulanya mengebu-gebu bisa luntur dan menjadi sirna seketika akibat ulah guru yang mengajar dikelas dengan tidak memiliki kesabaran.

Apabila hal ini tidak segera diatasi, suatu saat tanpa disadari akan bisa melunturkan prestise dan prestasi sekolah dimasa yang akan datang.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan peserta didik disekolah, seperti kelengkapan sarana serta iklim belajar yang kondusif. Proses pemindahan ilmu pengetahuan akan berjalan dengan optimal apabila dilakukan dengan iklim belajar yang kondusif yang dilaksanakan dari hati dengan penuh kesabaran oleh guru kepada peserta didiknya.

Banyak sekolah untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional (UN) selalu melakukan program belajar tambahan disore hari. Padahal kalau kita perhatikan, tidak hanya itu usaha yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan hasil (UN) pembelajaran yang dilakukan guru dengan penuh kesabaran sebenarnya bisa meningkatkan prestasi sekolah.

Untuk dapat membelajarkan peserta didik secara optimal, sangat diperlukan sekali guru yang mengajar dengan sabar. Guru yang dapat merasakan kesulitan peserta didiknya, tidak egois dan sok disiplin. Dalam proses pembelajaran, seorang guru yang baik, haruslah memahami karakteristik dari masing-masing peserta didiknya.

Setiap peserta didik membutuhkan waktu dan gaya belajar yang berbeda-beda untuk menyerap materi yang sama, karena masing-masing peserta didik memilki sifat yang unik. Dalam menghadapi berbagai sifat dan karakter yang unik dari setiap peserta didik, seorang guru harus mengajar dengan sabar dan memiliki hati yang tulus. Seorang guru yang baik, dalam proses mendidik tidak dilakukannya dengan penuh emosi. Mereka tidak menjadikan peserta didiknya sebagai obyek yang selalu dianggap bodoh dan selalu dalam posisi salah.

Kadangkala seorang guru lupa bahwa dahulunya ia seorang peserta didik yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Guru-guru yang berhasil dan menjadi idola bagi peserta didiknya adalah karena mereka mengajar dengan sabar dan memiliki hati yang tulus, menyenangkan untuk dirinya dan untuk peserta didiknya. Mereka mengajar menggunakan metode dan model yang beraneka ragam, memahami karakter dan situasi peserta didik. Seorang guru yang baik akan selalu mempelajari sifat dan karakter peserta didiknya sehingga merekapun akan terbiasa dan menerima perbedaan peserta didik sesuai dengan fitrahnya masing-masing.

Bisa saja peserta didik takut sama seorang guru, tetapi dia tidak akan merasa hormat dan segan kepadanya, apakah itu yang kita harapkan. Kadangkala itulah yang sering terjadi, dan terasa bagi kita sebagai seorang guru.