Guru Mengajar Harus Sabar
Singgalang 26-03-2015
A9
Ada sebuah cerita tentang seorang siswa yang
bertanya kepada gurunya, bu guru katanya,bagaimana cara ikan itu tidur? gurunya
menjawab: ikan tidur dengan memejamkan mata. Merasa belum puas dengan jawaban
guru, siswa tersebut kembali bertanya, kalau ikan memejamkan matanya tentu dia
akan hanyut Bu.
Guru menjawab lagi, dia tidur dibalik-balik
batu. Siswa kembali melanjutkan pertanyaannya, bagaimana kalau dikolam yang
tidak ada batunya Bu, dengan kesal gurunya menjawab, tanyakan sajalah sama ikan
itu.
Dari cerita diatas jelas bagi kita dalam
mengajar sangat diperlukan sekali kesabaran bagi seorang guru. Saat ini siswa
sangat banyak memperoleh sumber belajar yang mempengaruhi rasa keingintahuannya
terhadap sesuatu, akibat pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul kepada
guru didalam kelas.
Menurut Dorothy Law Nolte, anak belajar dari
kehidupannya. Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa
bersalah. Jika anak dibesarkan dengan ketentraman, ia belajar berdamai dengan
pikiran.
Tidak jarang kita mendengar peseta didik yang
tidak mau belajar dan turun prestasi belajarnya di suatu sekolah. Prestasi dan
semangat belajar yang semulanya mengebu-gebu bisa luntur dan menjadi sirna
seketika akibat ulah guru yang mengajar dikelas dengan tidak memiliki kesabaran.
Apabila hal ini tidak segera diatasi, suatu
saat tanpa disadari akan bisa melunturkan prestise dan prestasi sekolah dimasa
yang akan datang.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan
peserta didik disekolah, seperti kelengkapan sarana serta iklim belajar yang
kondusif. Proses pemindahan ilmu pengetahuan akan berjalan dengan optimal
apabila dilakukan dengan iklim belajar yang kondusif yang dilaksanakan dari
hati dengan penuh kesabaran oleh guru kepada peserta didiknya.
Banyak sekolah untuk meningkatkan hasil Ujian
Nasional (UN) selalu melakukan program belajar tambahan disore hari. Padahal kalau
kita perhatikan, tidak hanya itu usaha yang dapat kita lakukan untuk
meningkatkan hasil (UN) pembelajaran yang dilakukan guru dengan penuh kesabaran
sebenarnya bisa meningkatkan prestasi sekolah.
Untuk dapat membelajarkan peserta didik
secara optimal, sangat diperlukan sekali guru yang mengajar dengan sabar. Guru yang
dapat merasakan kesulitan peserta didiknya, tidak egois dan sok disiplin. Dalam
proses pembelajaran, seorang guru yang baik, haruslah memahami karakteristik dari
masing-masing peserta didiknya.
Setiap peserta didik membutuhkan waktu dan
gaya belajar yang berbeda-beda untuk menyerap materi yang sama, karena
masing-masing peserta didik memilki sifat yang unik. Dalam menghadapi berbagai
sifat dan karakter yang unik dari setiap peserta didik, seorang guru harus
mengajar dengan sabar dan memiliki hati yang tulus. Seorang guru yang baik,
dalam proses mendidik tidak dilakukannya dengan penuh emosi. Mereka tidak
menjadikan peserta didiknya sebagai obyek yang selalu dianggap bodoh dan selalu
dalam posisi salah.
Kadangkala seorang guru lupa bahwa dahulunya
ia seorang peserta didik yang tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Guru-guru
yang berhasil dan menjadi idola bagi peserta didiknya adalah karena mereka
mengajar dengan sabar dan memiliki hati yang tulus, menyenangkan untuk dirinya
dan untuk peserta didiknya. Mereka mengajar menggunakan metode dan model yang
beraneka ragam, memahami karakter dan situasi peserta didik. Seorang guru yang
baik akan selalu mempelajari sifat dan karakter peserta didiknya sehingga
merekapun akan terbiasa dan menerima perbedaan peserta didik sesuai dengan
fitrahnya masing-masing.
Bisa saja peserta didik takut sama seorang
guru, tetapi dia tidak akan merasa hormat dan segan kepadanya, apakah itu yang
kita harapkan. Kadangkala itulah yang sering terjadi, dan terasa bagi kita
sebagai seorang guru.
No comments:
Post a Comment