Kualitas
Layanan Birokrasi
Ada pameo dalam birokrasi pemerintahan, kalau bisa
dipersulit kenapa harus dipermudah. Ungkapan itu sudah tidak asing lagi di
telinga masyarakat. Walau zaman telah berubah, namun mental itu masih tetap
langgeng.
Buktinya, satu hari yang
lalu mahasiswa mengurus surat dikantor Kementerian Agama (Kemenag padang) sampai
menangis karena surat yang ia urus tak kunjung selesai. Saya juga sering
mengalami hal seperni ini, disuatu Universitas Negeri di kota Padang bayangkan
surat yang diurus mestinya selesai dalam waktu beberapa menit malah menjadi
hampir dua tahun.
Hanya untuk urusan satu
surat, mesti menghabiskan waktu berhari-hari. Padahal, apa susahnya
menyelesaikan sebuah surat. Kalau mau, dalam hitungan menit mungkin sebuah
surat akan selesai, sebab itu tak terkait dengan kebijakan teknis. Lagipula tak
ada hal yang membahayakan dari surat yang diurus mahasiswa tersebut.
Selain di Kemenag di instansi
lain juga banyak persoalan serupa. Administrasi pemerintahan memang kacau surat
masyarakat dianggap beban berat. Tentu akan berbeda jika yang mengurus surat
berasal dari kalangan investor.
Sulit mengurus surat itu,
merupakan hal biasa bagi dunia birokrasi, namun menyakitkan bagi masyarakat
yang berurusan. Bagi aparatur pemerintah, terkadang surat masyarakat hilang
masih dianggap hal biasa. Bahkan, ada surat masyarakat yang dilecehkan begitu
saja dan tidak dibaca.
Dilain pihak Presiden,
menteri, Gubernur hingga Bupati dan Walikota kerap berjanji meningkatkan kualitas
layanan birokrasi. Namun, terkadang itu hanya diatas kertas. Pemerintah telah
menaikkan gaji dan tunjangan PNS berulang kali. Tapi, soal pelayanan tetap seperti
yang dulu. Mentalitas PNS nya masih budaya lama yang ingin dilayani, bukan melayani.
Pemerintah mestinya jangan
basa-basi dalam persoalan itu. Kalau aparatur tak melayani dengan baik maka harus diberikan
sangsi yang tegas kalau perlu potongan tunjangan dan gaji. Tak etis PNS yang
sudah dibayar pajak, namun kinerja masih amatiran.
Pemerintah jangan Cuma berjanji
meningkatkan layanan aparatur pada masyarakat. Pejabat yang lebih tinggi, kalau
perlu menyamar agak sekali sehingga tahu tentang prilaku anak buah. Jangan Cuma
menerima laporan anak buah yang ingin pimpinannya senang.
Kualitas birokrasi kita
memang harus ditingkatkan. PNS juga harus sadar, mereka dibayar negara untuk
melayani rakyat. Pelayanan harus diberikan dengan tulus, bukan karena hadiah
atau imbalan. PNS dilantik merupakan abdi negara dan abdi masyarakat. Jika surat
saja bisa berhari-hari, apalagi dengan urusan yang lebih rumit.
No comments:
Post a Comment