URGENSI PEMBANGUNAN
MENTAL
Perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sudah
sangat memprihatinkan. Hal itu ditandai dengan bermunculannya prilaku yang
tidak lagi konstruktif.
Anak bangsa memperlihatkan perilaku yang berada diluar kewajaran.
Hal itu mencerminkan mentalitas anak bangsa sudah mengalami kerusakan yang
sangat parah. Padahal mentalitas yang relevan sangat diperlakukan bagi kelangsungan
kehidupan dan pembangunan bangsa. Secara konkret dilapangan kita menyaksikan fenomena
prilaku anak bangsa yang arogan, ingin dilayani,berprilaku KKN, melakukan
pembohongan publik. Prilaku mereka dilengkapi dengan haus kekuasaan, harus kekayaan,
dan harus popularitas, suka melanggar hukum, ingin menang sendiri, dan
sebagainya.
Lebih dari itu mereka juga suka mementingkan diri sendiri dan
kelompok, ketidak pedulian terhadap kaum dhuafa. Tidak disiplin dan tidak
memiliki kesabaran. Kata mental diambil dari bahasa latin yaitu dari kata mens
atau metis yang memiliki arti jiwa,nyawa,sukma, roh, semangat. Dengan demikian
mental adalah hal-hal yang berkaitan dengan psy-cho atau kejiwaan yang dapat
mempengaruhi prilaku individu. Kelenturan mental, yaitu kemampuan untuk mengubah
cara berpikir, cara memandang, cara berprilaku atau bertindak juga dipengaruhi oleh
hasrat (campuran antara emosi dan motivasi) sangat diperlukan.
Pembangunan mental sebagai kebudayaan tidak hanya tentang moral
dan kesadaran saja, melainkan sebagai corak/pola cara berpikir, cara merasa,dan
cara bertindak yang terungkap dalam tindakan, praktik dan kebiasaan kita
sehari-hari. Aplikasi dan kehidupan sehari-hari tersebut selalu berada dalam
koridor kebenarandan bersifat positif dan konstruktif.
Mentalitas yang relevan untuk pembangunan dikatakan oleh
Koentjaraningrat (1985) adalah mentalitas yang memiliki ciri sebagai berikut: menilai
tinggi orientasi masa depan, hasrat eksplorasi untuk mempertinggi kapasitas
berinovasi. Dia menambahkan mentalitas yang relevan berorientasi kearah
prestasi dari karya, berusaha atas kemampuan sendiri, percaya kepada diri
sendiri, dan berani bertanggung jawab sendiri.
Pembangunan bagi suatu bangsa tidak hanya terkait dengan
aspek fisik tapi juga mental. Persyaratan mental yang harus dimiliki suatu
bangsa untuk mencapai hasil pembangunan. Hakikat dan tujuan pembangunan tidak
akan tercapai bila persyaratan mental tersebut tidak dimiliki. Karena itu,
sangat dibutuhkan gebrakan untuk melahirkan orang-orang yang bermental sehat bagi
kontiniutas pembangunan bangsa dimasa datang.
Perbaikan mental anak bangsa sangat penting bagi kelangsungan
kehidupan dan kemajuan bangsa dimasa datang. Mentalitas yang baik merupakan kekuatan
yang dahsyat bagi ketahanan bangsa dan negara. Bangsa yang kuat dibangun dengan
mental yang baik dan kuat dari warganya. Karena itu pembangunan mental merupakan
hal yang urgen, yang harus menjadi perhatian kita.
Mentalitas anak bangsa sangat penting untuk berpartisipasi
dalam pembangunan, sekaligus memelihara hasil pembangunan tersebut. Founder ESQ
165 Ary Ginanjar Agustian menyatakan bahwa mentalitas sumber daya penyelenggara
negara sangat penting dan mempengaruhi keberhasilan dari tujuan yang ingin
dicapai. Pendidikan mental bagi anak bangsa merupakan suatu keharusan. Pendidikan
mampu merekonstruksi mental sehingga mampu menjadi mental yang positif dan
dinamis. Pendidikan mental tidak hanya diberikan kepada anak-anak usia sekolah,
tetapi juga kepada orang dewasa. Tentu kita butuh format tepat bagi pembinaan
mental anak bangsa. Pendidikan mental dapat dilakukan melalui pembelajaran, keteladanan,
penguatan dan pembiasaan
Kebaikan dan ketahanan mental anak bangsa akan melahirkan prilaku
yang produktif dan konstruktif bagi kemajuan bangsa. Karena itu, pembangunan
mental harus dikedepankan berbarengan dengan pembangunan fisik. Keseimbangan itulah
yang membuat bangsa kita akan kuat sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan
dimasa depan. Sudah semestinya kita renungkan dan kita aplikasikan petikan
lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya
untuk Indonesia Raya.
No comments:
Post a Comment