Relaksasi
Pikiran Menghilangkan Stres
Busy
mind
atau pikiran sibuk adalah kondisi seseorang yang terlalu banyak berpikir
sehingga kesulitan untuk mengalihkan pikiran. Kondisi itu biasa terjadi bila
terlalu banyak masalah yang dipikirkan dalam satu waktu sehingga mengakibatkan
stres.
Psikolog klinis Roslina Verauli menyebutkan, salah satu
memicu kondisi tersebut ialah penggunaan gawai/gadged yang terhubung dengan
informasi daring setiap waktu. Ada paradoks terkait penggunaan gadged ini.
Benda yang semestinya membantu memudahkan hidup anda tiba-tiba menyita lebih
banyak waktu anda dan menyebabkan information
anxiety, jelas perempuan yang akrab disapa Vera itu saat ditemui beberapa
waktu lalu.
Kecemasan akibat membludaknya informasi tersebut
menyebabkan otak tidak bisa beristirahat. Pembiaran atas kondisi tersebut hanya
akan mengakibatkan kelelahan fisik dan mental sekaligus. Salah satu pertanda
fisik yang banyak ditemui akibat hal itu ialah ketegangan disekitar bahu, belakang
leher, hingga menjalar ke kepala. Orang yang stres juga biasanya napasnya
tersengal-sengal dan posisi bahu cenderung naik. Adapun kelelahan mental akan
menurunkan kemampuan berkosentrasi disertai pola pikir yang selalu nagatif.
Ketika selalu sering anda menyebutkan masa bodoh dan
bersikap apatis, itu juga tanda anda mengalami stres. Dampak yang paling
ekstremdari kondisi itu, anda bisa mengalami depresi dan gangguan psikologis
lainnya sehingga hal itu harus dibenahi.
Relaksasi
Pembenahan bisa dilakukan dengan menjalankan relaksasi
secara rutin setiap hari. Dalam kesempatan berbeda, psikolog klinis Thara
Adhisti de Thouars menyebutkan relaksasi akan mengistirahatkan otak, otak,
pikirandan emosi agar cara berpikir dapat kembali optimal dan objektif.
Relaksasi yang dilakukan tentulah yang berkualitas agar benar-benar menimbulkan
efek rileks dan tenang.
Memanfaatkan teh hijau, misalnya baik digunakan sebagai
bahan perawatan tubuh maupun diminum langsung. Efek detoksifikasi yang
dihasilkan teh hijau dapat membuat tubuh lebih segar dan mengembalikan energi
yang terkuras akibat stres.
Namun, ia menyadari tidak semua orang mudah untuk
mengalihkan pikiran pada hal-hal netral sehingga perlu dilatih secara rutin.
Relaksasi sebetulnya bisa dilakukan dalam bentuk apapun, misalnya sekedar
bernapas, yoga, meditasi, mendengarkan musik yang menenangkan dan bahkan hanya
dengan melihat pemandangan yang meneduhkan. Akan tetapi, hati-hati jika solusi
yang anda pilih ialah tidur. Thara mengatakan mengalihkan pikiran yang sibuk
dengan tidur justru membuat tidurnya tidak berkualitas.
Indikasinya bisa dilihat dari kondisi badan yang tetap
lelah meski telah tidur dalam waktu yang lama. Tidur akan membuat rileks
apabila anda telah menyelesaikan masalah yang mengganggu terlebih dulu. Karena
itu, proses rileksasi yang terpenting harus terlaksana sebelum tidur.
Jika sedang banyak masalah, pastikan masalahnya
diselesaikan terlebih dahulu atau paling
tidak sekedar sharing dengan orang
lain agar mendapat masukan positif atau berpikir lebih positif dan fleksibel terhadap masalahnya.

No comments:
Post a Comment