Laporan Perjalanan ke Papua (1)
Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka
Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, turut mengikuti Raimuna Nasional X Tahun
2012, yang berlansung tanggal 8 – 15 Oktober 2012 di Bumi Perkemahan Waena,
Jayapura, Papua. Semula perjalanan itu direncanakan via udara, namun karena
masalah, akhirnya dilakukan via darat dan udara. Bagaimana perjalanan sulit
tersebut dilakukan, berikut laporan D. Warman Chaniago, SH, MH, wartawan
BINNews, yang disajikan secara bersambung.
Ah……
Pramuka, bagi sebagian orang mungkin beranggapan kalau hanya tepuk tangan dan
nyanyi. Terlalu enteng kedengarannya. Tapi apakah seringan itu permasalahan
yang ada dalam Pramuka dan apakah memang hanya itu yang dilakukan oleh Pramuka.
Ternyata tidak, cukup banyak dan komplek persoalan yang ada dalam Pramuka dan
juga begitu banyak dan mulia tujuan yang ingin diraih dan dicapai oleh Gerakan
Pramuka.
Diantara
tujuan itu adalah untuk membentuk setiap Pramuka
agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak
mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai
luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani. Kemudian menjadi warga negara
yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik
Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat
membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab
atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup
dan alam lingkungan. Tujuan tersebut tercantum dengan
jelas dalam pasal 3 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
Lalu,
kenapa orang lebih sering melihat anggota Pramuka tepuk tangan dan nyanyi ?
Itulah beda Gerakan Pramuka dengan organisasi kemasyarakatan lainnya. Untuk
mencapai tujuan dan sasarannya, Gerakan Pramuka mempergunakan metode belajar interaktif dan progresif
yang dilaksanakan melalui pengamalan Kode
Kehormatan Pramuka, belajar sambil melakukan, kegiatan yang berkelompok dengan sistim satuan terpisah antara putera dan puteri, adanya kerjasama dan
berkompetisi dengan kegiatan yang menarik dan menantang di alam terbuka. Lalu ada orang dewasa yang disebut
pembina yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan. Untuk memberikan motivasi kepada anggota Pramuka, juga ada
penghargaan berupa tanda kecakapan.
Dalam
menjalankan metode kepramukaan sebagaimana dimaksudkan itu, digunakan sistem among dan kiasan dasar. Sistim among adalah
proses pendidikan
kepramukaan yang membentuk peserta didik agar berjiwa merdeka, disiplin, dan
mandiri dalam hubungan timbal balik antar,
yang pelaksanaannya dilakukan dengan prinsip kepemimpinan di depan menjadi teladan,
di tengah membangun kemauan, di belakang
mendorong dan memberikan motivasi kemandirian.
Sedangkan adalah penyelenggaraan kepramukaan yang bersumber dari sejarah
perjuangan dan budaya bangsa.
Untuk
mencapai kesemuanya itu, bermacam kegiatan dilakukan, diantaranya melalui
kegiatan penjelajahan, hiking, perkemahan seperti jambore, kemah bhakti, lomba
tingkat (LT), raimuna, perkemahan wirakarya, kemah bhakti, perkemahan sabtu
minggu dan perkemahan jumat, sabtu, minggu dan lain-lain. Pramuka juga terlibat
aktif secara lansung dalam kegiatan kemanusiaan, baik dalam menggalang dana
maupun turun tangan lansung dalam berbagai musibah dan bencana alam. Anggota
Pramuka juga dalam menciptakan ketertiban dan perdamaian dunia. Jadi, tepuk
tangan dan nyanyi hanyalah sebagian kecil dari kegiatan Pramuka yang bermanfaat
dan bertujuan mulia itu. Tepuk tangan dan nyanyi, selain hiburan dan
menggairahkan semangat kepramukaan, juga mengandung unsur pendidikan dan
mengobarkan semangat perjuangan dan nasionalis.
Pendidikannya
juga dibagi sesuai dengan tingkat umur. Anggota Pramuka itu ada anggota muda
dan ada anggota dewasa. Anggota muda adalah peserta didik yang berusia antara 7
– 25 tahun. Sedangkan anggota dewasa umur 26 tahun keatas, yang disebut
Pembina. Anggota muda juga terbagi dalam Pramuka Siaga, usia antara 7 – 10
tahun, Pramuka Penggalang, usia antara 11 – 15 tahun, Pramuka Penegak, usia
antara 16 – 20 tahun dan Pramuka Penegak Pandega, usia antara 21 – 25 tahun.
Atas
dasar semangat dan cita-cita itu, kenapa saya dan kawan-kawan begitu mencintai
dan menikmati menjadi anggota Pramuka. Seperti pameo yang sudah berkembang
ditengah-tengah anggota Pramuka, kalau sudah terminum air kacu Pramuka, jangan
harap bisa melupakannya. Kalau sudah begitu berlakulah motto Sekali Layar
Terkembang, Pantang Surut Kembali”.
Bagi
saya dan mungkin hampir semua kawan-kawan yang aktif dalam kepramukaan, Pramuka
sudah menjadi belahan jiwa dan menjadi rumah kedua. Apalagi sudah berpuluh
tahun masuk Pramuka, merahnya darah kami, sudah melebihi merahnya warna kacu
Pramuka. Tidak ada gunung yang terlalu tinggi dan tidak ada jurang yang terlalu
dalam. Setinggi dan seterjal apapun gunug itu, kalau kami bilang tundukkan,
pasti kami daki dan tundukkan. Begitu juga dengan lautan. Sedalam apapun
lautnya, kalau kami bilang renangi dan selami, pasti kami lakukan.
Saya
masuk Pramuka sejak kelas IV SD dan sampai sekarang tidak pernah terputus.
Pramuka sudah membawa saya ke Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei
Darussalam. Pramuka sudah membawa saya mengunjungi hampir sebagian besar daerah
di tanah air tercinta ini. Pramuka juga membuat saya mempunyai saudara angkat
di Tentera Diraja Malaysia, Pramuka juga membawa saya berkenalan dengan salah
seorang putera pejabat kerajaan Brunei Darussalam. Berbagai posisi dan jabatan
juga dipercayakan kepada saya di Gerakan Pramuka. Terakhir jabatan saya adalah
Sekretaris Kwartir Cabang 0305 Gerakan Pramuka Kabupaten Padang Pariaman.
Begitu
juga dengan putera-puteri saya. Darah Pramuka yang saya miliki, turun
sepenuhnya kepada kelima orang putera puteri saya. Sering memang, saya
berselisih paham dengan istri, karena dia kurang mendukung anak-anak masuk
Pramuka dan terlibat aktif dalam kegiatan kepramukaan. Namun kalau untuk yang
satu ini saya selalu berpihak pada anak-anak. Beberapa orang diantara anak-anak
saya juga sudah beberapa kali mengikuti kegiatan kegiatan Pramuka ditingkat
nasional dan internasional… (Bersambung)

No comments:
Post a Comment