Memanfaatkan
Konten-Konten Digital
Guru belum optimal memanfaatkan konten digital sebagai
bahan pembelajaran untuk murid, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan guru untuk
pengembangan konten digital perlu digiatkan. Keragaman konten digital dapat
memperkaya, membuat pembelajaran lebih menarik, dan menyenangkan.
Kementerian pendidikan dan kebudayaan mencatat ada
sekitar 70.000 konten. Konten digital tersebut berbentuk gambar, audio,
animasi, video, dan buku digital terkait pendidikan. Saat ini konten digital
terbanyak berbentuk teks, yakni buku dan modul.
Guru hanya mengarahkan murid
mencari bahan di internet, tidak menyediakan. Dari total sekitar 3 juta guru di
Indonesia, baru sekitar 90.000 guru aktif menggunakan internet sebagai
teknologi pembelajaran. Guru sebenarnya memerlukan sosialisasi terkait
pentingnya pemanfaatan konten digital.
Sosialisasi juga bisa dengan turun
langsung ke sekolah. Untuk memudahkan guru memanfaatkan konten digital,
pelatihan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk membuat konten digital,
masih perlu ditingkatkan. Sejauh ini baru ada 10.000 guru master, yaitu guru
yang telah mendapatkan pelatihan dan dapat melatih guru lain. Padahal, sudah
117.277 sekolah atau 50% dari total sekolah di Indonesia telah dapat mengakses
internet pada pertengahan 2014.
Namun pemerintah jangan
hanya menjalankan program pelatihan, tetapi juga mengevaluasi dan kemudian ada
pendampingan bagi guru untuk membuat konten berbentuk teks, guru sebaiknya
digiatkan membuat blog sehingga dapat aktif menulis.
No comments:
Post a Comment