Rakyat Menanti Kerja Kabinet
Rakyat Menanti Kerja Kabinet
Tajuk Singgalang 13/03 2015
Pemerintah
memberi nama Kabinet Kerja, sekarang kita menantikan kerja kabinet. Dua kata
yang dibolak balik tapi maknanya mendalam. Kabinet kerja merupakan para menteri
yang di suruh bekerja, kini setelah sekian bulan berlalu saatnya masyarakat
menantikan hasil kerja kabinet.
Kerja kabinet
wajib ditagih karena semua kebutuhan masyarakat sekarang harganya mahal. Dilain
pihak, mata uang nasional terus terpuruk. Rupiah anjlok dengan posisi terparah
sejak 1998. Masyarakat juga harus siap
dengan kemungkinan terjadinya krisis moneter dan ekonomi.
Kini masyarakat
menantikan menteri untuk bekerja keras. Rakyat butuh hasil karya nyata, bukan
teori. Visi dan misi presiden akan jadi kenyataan, jika ditunjang oleh menteri yang
mau berbuat bukan menteri yang hanya duduk dibelakang meja. Menteri juga harus
memberikan keteladanan kepada publik. Menteri juga harus mau melanjutkan hal
positif yang dibuat menteri sebelumnya. Pemerintahan kedepan jangan asal ganti
kebijakan. Segala sesuatu harus dipikirkan masak-masak. Diperhitungkan segala
sesuatunya.
Presiden Jokowi
juga harus bertindak sekiranya menteri dipandang sudah tidak cakap, sebaiknya
dilakukan pergantian. Sebab terlalu banyak persoalan bangsa yang kini tak jelas
penanganannya. Menteri terjebak dalam eforia politik yang tak berkesudahan. Menteri
ikut pula blusukan, sebagaimana layaknya presiden. Harusnya para menteri itu
berbuat dan menyusun dan menjalankan program.
Masyarakat secara
kasat mata, sekarang menyaksikan para menteri membuat panggung sendiri. Menteri
terjebak dalam pencitraan diri sendiri. Menteri itu melupakan ada tugas
pemerintahan yang harus diwujudkan. Menteri membuat gaya sendiri, namun entah
apa yang hendak dituju. Ketika Rupiah anjlok menteri dengan tenang menyebut
tidak usah panik. Seolah terlalu sederhana persoalan yang dihadapi bangsa. Padahal,
mata uang yang anjlok bisa berakibat krisis ekonomi yang bisa berdampak pada
tutupnya dunia usaha.
Menteri harusnya
berpikir bagaimana mata uang bisa menguat lagi. Menteri ekonomi merupakan salah
satu barometer pasar. Jika menteri ekonomi dipandang tidak kompeten, maka saham
dan Rupiah akan terus anjlok.
Para menteri
malah ramai-ramai menyebut rupiah terpuruk karena pengaruh global. Idealnya,
menteri berpikir bagai menjadikan Rupiah tidak terus tertekan. Caranya, tentu
dengan kebijakan. Masyarakat tentu kesal dengan pernyataan menteri yang ditanya
wartawan tentang rupiah yang anjlok, lalu dijawab dengan santai serta
menyebutnya sebagai masalah basi.
No comments:
Post a Comment