Saturday, 25 April 2015

Ajarkan Negosiasi Pada Anak, Bukan Paksaan



Sebelum Menghukum
Ajarkan Negosiasi Pada Anak, Bukan Paksaan


Orang tua wajib memberikan penjelasan sebelum melayangkan hukuman. Terkait hal tersebut, ada dua kondisi yang mungkin dapat terjadi. Pertama, secara situasional. Yaitu orang tua dapat memberikan penjelasan terhadap hal yang baru kali pertama yang ditemui sang anak. Misalnya, bagaimana menghormati orang yang baru dikenal atau berbagi mainan. kedua, kesepakatan hukuman terhadap hal-hal yang telah dipersiapkan. Contoh, saat mulai bersekolah, anak harus patuh pada peraturan jam main, jam tidur, merapikan buku dan lain-lain.

Penjelasan dan kesepakatan dapat dilakukan jauh-jauh hari dan orang tua dapat mengontrol dengan membuat catatan yang dapat dilihat sepanjang waktu. Sesekali orang tua juga perlu membiarkan anak merasakan dampak negatif dari melanggar aturan. Misal saat anak tetap tidak membereskan mainan setelah di ingatkan, orang tua bisa menyembunyikan mainan itu agar anak merasa kehilangan. Itu juga bisa jadi bentuk hukuman.

Sedikit menunda kesukaan anak juga termasuk salah satu jenis hukuman. Misalnya, menggeser jadwal rekreasi seminggu lebih lama atau mengundurkan jam menonton televisi satu jam lebih lambat. Hindari hukuman kekerasan fisik seperti memukul atau kekerasan verbal seperti memaki.

Orang tua dapat mengajarkan negosiasi dan tawar-menawar jangan memaksakan. Itu akan menjadikan anak menganggap paksaan adalah wajar ujar Nurlita lulusan megister Psikologi Universitas Surabaya. Salah satu metode yang paling banyak digunakan didunia adalah time-out, membiarkan anak disuatu tempat untuk merenungkan masalahnya. Metode ini juga disebut kursi hukuman dengan menempatkan anak pada sebuah kursi disuatu sudut rumah yang disepakati sebagai sudut hukuman.

Aturlah waktu sesuai perjanjian berapa lama mereka harus duduk dikursi tersebut. Aktris inggris Victoria beckham adalah salah satu yang menggunakan metode kursi hukuman dikeluarganya. Sementara itu, bintang Hollywood Jennifer Lopez lebih sering menyita mainan atau gadget sang anak saat 
kedapatan melanggar aturan.

Selain dengan hukuman mendidik dengan cara-cara positif memang yang paling dianjurkan. Anak paling butuh pengalaman keberhasilan. Jadi bagi orang tua tetaplah fokus kepada rewarding lebih dulu sebelum mulai ke punishment ujar perempuan yang berprofesi sebagai dosen itu.

No comments:

Post a Comment