Wednesday, 25 March 2015

Kondom Dijual Bebas



Kondom Dijual Bebas
Maraknya terjadi pergaulan bebas saat ini, termasuk dikota padang, salah satunya disebabkan kian mudahnya mendapatkan kondom di apotek dan toko obat, tak ada seleksi bagi pembeli kondom tersebut dalam batas usia. Kondisi demikian banyak ditemukan dilapangan. Anak remaja usia sekolah mulai dari SMP dan SMA, cukup mudah untuk mendapatkan kondom tersebut dan tanpa merasa malu membelinya.

Salah seorang penjual kondom ditoko obat kota padang Desi mengatakan memang tak ada aturan kusus yang mengatur tentang penjualan kondom tersebut. Kami berpikir positif saja, remaja tersebut membeli kondom bukan untuk dia gunakan tetapi disuruh orang lain yang udah dewasa. Tak mungkin kami tak melayani konsumen ujarnya.
Penjual lain Adri mengatakan memang ada juga menyeleksi pembeli, namun disaat lagi sepi tak mungkin pula penjual menahannya. Sebenarnya, itu tergantung didikan dan bekal ilmu agama yang diberikan orang tuanya kepada remaja tersebut, ujar Adri.

Pada tempat terpisah, ketua DPRD kota Padang, H. Erisman mengatakan, pemko padang melalui dinas kesehatan kota padang harus membuat aturan kusus bagi penjual dan pembeli kondom tersebut.

Dengan demikian penyalahgunaan kondom bagi remaja atau pasangan diluar nikah bisa diminimalisir. Yang jelas kian mudahnya para remaja mendapatkan kondom tersebut, ini harus lebih mendapatkan perhatian serius.

Monday, 23 March 2015

Strategi Ampuh Mengambil Hati Anak Didik



Strategi Ampuh Mengambil Hati Anak Didik

Dalam mendidik dan mengajar seorang pendidik harus mampu menarik perhatian anak didik dan mengambil hatinya sehingga mereka merasa senang dan semangat dalam belajar serta betah berlama-lama bersama gurunya. Melakukan hal ini tidaklah mudah, perlu ada strategi dan cara jitu yang dapat dilakukan guru.

Mendidik dan mengajar sama halnya dengan berdagang atau berjualan. Untuk menjalani aktivitas bisnis ini diperlukan selling skill atau keterampilan menjual. Betapa hebatnya kualitas sebuah produk, apabila penjualnya tidak dibekali dengan selling skill maka produknya tidak akan terjual.

Demikian juga halnya dengan seorang guru, dirinya juga berperan sebagai seorang penjual yang menjual produk berupa pelajaran pada anak didiknya. Produk ini memiliki mutu dan kualitas tinggi karena berisikan kebaikan yang sangat berguna bagi kehidupan anak didik. Apabila guru tidak mempunyai keterampilan mengajar maka pelajarannya akan sulit terjual dan diminati anak didiknya sebagai konsumen dalam proses pembelajaran.

Secara teknis guru harus dibekali dengan metode dan strategi pembelajaran yang bervariasi sehingga tatap muka yang dilakuan penuh warna dan gaya. secara non teknis, guru harus memiliki penampilan yang memikat dan mempesona anak didiknya. Ada lima cara jitu dan strategi ampuh untuk mengambil hati anak didik dalam belajar yang lebih dikenal dengan istilah 5-S.

Pertama, Senyum. Dalam mengajar dan berkomunikasi dengan anak didik guru harus mampu menghiasi bibirnya dengan senyuman dan memperindah tampilannya dengan wajah yang berseri. Guru yang mengajar dengan senyuman manis dan raut wajah yang indah akan memberikan kekuatan yang luar biasa dalam mengambil hati anak didik. Mereka sangat suka kepada guru yang suka senyum dan tidak suka cemberut.

Kedua, Salam. Guru harus sering menyebarkan salam pada anak didiknya. Salam guru adalah ungkapan keselamatan seorang guru kepada anak didiknya. Dengan mengungkapkan salam berarti guru telah mendoakan anak didiknya agar mendapatkan keselamatan dari Allah SWT.

Ketiga, Sapa. Guru juga hendaknya suka menyapa anak didiknya. Dengan demikian anak didik merasa dihargai dan dimuliakan oleh gurunya. Guru yang suka menyapa dan menanyakan keadaan anak didik akan memberikan pengaruh besar kepada anak didiknya bahwa dirinya merasa diperhatikan oleh gurunya. Makanya, guru harus banyak menyapa dan jangan berharap terlebih dahulu disapa oleh anak didiknya.

Keempat, Sopan Santun. Guru hendaknya berlaku sopan santun sebagai bentuk keteladanan nyata bagi anak didik. Apabila gurunya sudah berlaku sopan santun maka dengan sendirinya anak didiknya juga akan berlaku sopan santun sebagaimana guru kepada anak didiknya.

Kelima, Sabar. Sikap sabar sangat dibutuhkan guru dalam melaksanakan tugas yang amat berat ini. Guru harus bersabar dalam mendidik dan membimbing anak didik karena yang dihadapi guru adalah makhluk hidup dengan beragam sikap dan karakternya. Guru yang sabar menghadapi anak didik maka akan mudah kakinya melangkah dalamj mengantarkan anak meraih prestasi.

Tuesday, 17 March 2015

Memanfaatkan Konten Digital



Memanfaatkan Konten-Konten Digital

Guru belum optimal memanfaatkan konten digital sebagai bahan pembelajaran untuk murid, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan guru untuk pengembangan konten digital perlu digiatkan. Keragaman konten digital dapat memperkaya, membuat pembelajaran lebih menarik, dan menyenangkan.

Kementerian pendidikan dan kebudayaan mencatat ada sekitar 70.000 konten. Konten digital tersebut berbentuk gambar, audio, animasi, video, dan buku digital terkait pendidikan. Saat ini konten digital terbanyak berbentuk teks, yakni buku dan modul.

Guru hanya mengarahkan murid mencari bahan di internet, tidak menyediakan. Dari total sekitar 3 juta guru di Indonesia, baru sekitar 90.000 guru aktif menggunakan internet sebagai teknologi pembelajaran. Guru sebenarnya memerlukan sosialisasi terkait pentingnya pemanfaatan konten digital. 

Sosialisasi juga bisa dengan turun langsung ke sekolah. Untuk memudahkan guru memanfaatkan konten digital, pelatihan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk membuat konten digital, masih perlu ditingkatkan. Sejauh ini baru ada 10.000 guru master, yaitu guru yang telah mendapatkan pelatihan dan dapat melatih guru lain. Padahal, sudah 117.277 sekolah atau 50% dari total sekolah di Indonesia telah dapat mengakses internet pada pertengahan 2014.

Namun pemerintah jangan hanya menjalankan program pelatihan, tetapi juga mengevaluasi dan kemudian ada pendampingan bagi guru untuk membuat konten berbentuk teks, guru sebaiknya digiatkan membuat blog sehingga dapat aktif menulis.   

Monday, 16 March 2015

Ayo ke Pariaman ke pantai Gandoriah



Ayo ke Pariaman ke pantai Gandoriah
Kota Pariaman adalah sebuah kota yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota ini berjarak sekitar 56 km dari kota Padang atau 25 km dari Bandara Internasional Minangkabau.


Pariaman memiliki berbagai panorama wisata laut salah satunya pantai Gandoriah yang menjadi keunggulan utama pantai ini. Di lepas pantai setidaknya terdapat gugusan 6 pulau kecil yang terlihat bagaikan menghias wisata ini. Keenam pulau itu adalah Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando.

Selain dapat dinikmati sebagai bagian dari panorama lautnya, sebagian besar pulau ini dapat disinggahi dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 20 menit, salah satunya pulau kasiak. Perjalanan dari pantai Gandoriah dengan tiket perahu motor Rp 35.000 pulang pergi untuk setiap penumpang.

Disamping menikmati keindahan panoramanya, pantai ini juga menyajikan berbagai aktivitas rekreasi laut yang bisa menjadi pilihan saat liburan. Diantaranya, renang, selancar, sepak bola pantai, jetski, banana boat, juga ada sepeda santai yang panjang  dan dapat di naiki oleh 3 orang. Sepeda ini bisa di sewa oleh pengunjung dan bermacam jenis olah raga pantai lainnya.

Keunggulan yang dimiliki Pantai Gandoriah juga didukung oleh aksesnya yang strategis. Posisinya yang berada di pusat kota, menjadikan akses transportasi umum seperti angkot dan bus antar kota tidak terlalu sulit kita temukan di sini.

Selain itu, terdapat jalur kereta yang menghubungkan langsung pantai ini dengan Kota Padang. Bahkan, posisi stasiunnya pun tepat berada di depan gerbangnya. Tidak heran jika PT. KAI pun kemudian menghadirkan rute perjalanan kereta wisata jurusan Padang-Pariaman yang beroperasi 2 kali setiap satu harinya.

Menurut catatan dinas pariwisata setempat, intensitas kunjungan wisatawan ke pantai ini relatif tinggi, khususnya pada akhir pekan dan pada event-event budaya seperti Festival Tabuik.
Setiap tahunnya, pantai ini memang menjadi lokasi penyelenggaraan acara puncak tradisi tabuik, yaitu saat pembuangan tabuik ke laut. Karenanya, jika saat momentum tersebut tiba, pantai ini berubah menjadi lautan manusia yang datang dari berbagai penjuru daerah bahkan ada yang sengaja datang dari luar provinsi Sumatra Barat.

Dari pengalaman penulis yang sering berkunjung di Pantai Gandoriah ini pemerintah kota harus membenahi kembali aset wisata ini. Pertama, Pemkot harus menata kembali pedagang yang berjejer disepanjang pantai yang menutupi indahnya pesisir pantai tersebut, jangan sampai pula pantai ini menjadi seperti pantai Padang yang saya lihat sudah sembraut sulit untuk di tertibkan.


Yang kedua, banyaknya pengamen dipantai ini menjadikan liburan sebagian besar keluarga agak terganggu dengan aktivitas mereka. Yang ketiga, tidak sedikit pula para peminta-minta sumbangan untuk pribadi maupun mengatasnamakan yayasan untuk suatu daerah. 

Yang ke empat, mungkin ada beberapa armada ilegal yang tidak terdaftar didinas pariwisata untuk mengangkut pengunjung menuju ke pulau kasiak ini khusus untuk keselamatan penumpang, mulai dari asuransi keselamatan, pelampung tidak memadai, dan juga ada awak kapal yang merokok dekat pengendali mesin kapal yang terdapat banyak cadangan bahan bakar minyak di dekat itu nah hal-hal seperti ini harus ditindak sebelum terjadinya hal yang tidak di inginkan. Ini catatan saya mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua Aamiin.

Ayo ke pariaman ke Pantai Gandoriah membuat Anda bakal ketagihan. Makanya, setiap hari libur atau peringatan hari besar lainnya, kawasan objek wisata Pantai Pariaman ini nyaris selalu dipadati pengunjung.


  

Sunday, 15 March 2015

Karier Perempuan Berakhir di Usia 45



Karier Perempuan Berakhir di Usia 45

Kemajuan karier seorang wanita berhenti pada saat dia mencapai usia 45 tahun. Ros Altmann dari Departemen pekerjaan Amerika Serikat menerima laporan yang mengatakan bahwa kemajuan bakat seorang wanita berhenti di sekitar usia 45 tahun.

Penelitian yang didukung oleh pemerintah ini menemukan, perusahaan mencoret staf perempuan dewasa dengan tidak merekrut, melatih dan mempromosikan mereka. Perempuan lebih tua menghadapi hambatan tertentu di tempat kerja, kata Altmann seperti dilansir dari laman Independent. Sebagai contoh katanya melanjutkan, perkembangan bakat perempuan berhenti disekitar usia 45. Setelah itu, sikap di tempat kerja biasanya berubah.

Sementara, lelaki juga menghadapi diskriminasi usia. Namun kemajuan karier mereka berakhir satu dekade kemudian daripada perempuan, sekitar 55 tahun. Penelitian ini bertanya kepada para eksekutif bagian sumber daya manusia, karyawan dan para bos. Altmann menemukan, perempuan yang hampir mencapai usia pertengahan, telah melewati masa produktif untuk mendapatkan bayaran lebih baik.

Para pekerja dengan bos lebih muda menghadapi diskriminasi terburuk, mereka semakin dituntut memiliki kemampuan teknologi, termasuk pengetahuan tentang media sosial. Meskipun begitu Altmann berkata, banyak pengusaha keliru menganggap staf lebih tua yang kurang akrab dengan teknologi komputer tidak dapat belajar. Mereka menganggap akan gagal melatih sehingga membuat perusahaan akan jauh tertinggal.

Selain itu perempuan menghadapi lapisan tambahan diskriminasi dari pengusaha yang menginginkan staf perempuan yang memiliki penampilan tertentu tambahnya. Penelitian melaporkan, prospek promosi untuk perempuan yang lebih tua terbatas karena perkembangan bakat mereka berhenti disekitar usia 45 tahun.

Altmann pun meluruskan, menurutnya adalah hal yang salah untuk mencoret seseorang karena usia mereka. Dia menambahkan ini semestinya tidak bisa diterima, sama halnya saat memutuskan untuk tidak mempromosikan atau melatih karyawan untuk peningkatan karier karena ras mereka. Ini adalah diskriminasi murni.

Banyak perempuan dan laki-laki mencapai produktivitas tertinggi mereka di usia lima puluhan. Laporan penelitian ini dikhususkan untuk industri televisi sebagai contoh utama. Penelitian ini mengklaim bahwa perempuan yang lebih tua jauh lebih kecil kemungkinannya untuk dipertahankan sebagai pembaca berita utama atau presenter.